oleh

Kekerasan di SMPN 1 Dumai, Seorang Siswa Di Keroyok 5 Orang di Ruang Kelas

Dumai-infestigasi-Seorang murid kelas VIII/7 SMPN 1 Dumai , Santo (14)  di keroyok dan di aniaya oleh 5 orang siswa dalam ruang kelas.Kejadian ini berlangsung kamis (21/2/2019) di saat waktu istirahat dan telah di rencanakan. 5 orang siswa, Sabri,Haikal,Yoga, Ibrahim,Zaki tiba-tiba mendekati santo, 2 orang siswa memegang 2 tangan santo, kiri dan kanan, 1 orang siswa memukuli perut, dan 2 orang lagi menendang kaki santo hingga tersungkur di lantai ruang kelas lantai 2..Tidak ada satu siswa pun yang menolong dan melaporkan kejadian ini kepada guru, karena di ancam oleh 5 orang siswa.

Orang tua Santo menyampaikan hal yang di alami anaknya kepada wartawan www.infestigasi.com Kamis malam  (21/2/2019).Menurut Bapak Santo, ke 5 siswa ini, duduk di atas perut santo, sembari memukul tangan ,perut dan kaki.Terlihat lengan Santo membiru, dan luka, perut kesakitan, kaki memar.Santo terdengar menangis dan minta tolong kepada rekan lain, namun puluhan siswa lain hanya menonton dan tidak satu orang pun melaporkan peristiwa ini kepada guru.Menurut Santo ketika di tanyakan siapa pemicu pengeroyokan tersebut, Santo menyebut seorang siswa yang tinggal kelas di SMPN 1 dan berbadan besar yang kerap mencari permasalahan kepada rekan siswa sekelas.

Peristiwa kekerasan ini berakhir, ketika waktu istirahat habis, dan masuk guru mengajar di kelas.Guru yang masuk merupakan wali kelas, dan melihat Santo menangis, guru menanyakan kenapa menangis ? Santo menceritakan pengeroyokan dirinya, wali kelas memanggil ke 5 orang siswa dan di beri teguran oleh wali kelas dan guru Bimbingan Kelas (BK).

Sepulang sekolah, sesampai di rumah, Santo terlihat menggigil dan trauma.Santo menceritakan hal pengeroyokan yang di lakukan rekan sekelasnya kepada orang tua.Orang tua Santo terlihat marah dan tidak terima anaknya di keroyok oleh 5 orang.Bapak Santo mendatangi ruang majelis guru dan menanyakan keberadaan wali kelas VIII/7,Harwelisda Novitri namun wali kelas telah pulang.Beberapa guru menyampaikan bahwa permasalahan pengeroyokan itu telah di tangani oleh wali kelas dan  guru BK, dan 5 orang siswa telah di panggil.Bapak Santo tidak puas menerima jawaban guru tersebut, dan berniat mencari dan mendatangi rumah orang tua  ke 5 orang siswa tersebut, dan melaporkan kasus pengeroyokan yang di alami anaknya kepada Polres Dumai, namun di laramg oleh Ibu Santo.

Kejadian yang di alami Santo bukan yang pertama kali.2 pekan sebelumnya, Santo juga mengalami kekerasan di kelas, di mana tangan nya di timpa kursi dan di jepit meja oleh siswa yang sama.Akibat kejadian ini, lengan tangan Santo yang kejepit, mengakibatkan bengkak besar dan retak ringan.Saat lengan Santo di jepit meja oleh rekan, Santo saat itu meringis kesakitan dan menangis di ruang kelas, dan guru hanya menyuruh Santo pulang ke rumah, tanpa di lakukan pertolongan oleh sekolah, baik pengobatan, maupun menelepon orang tua santo untuk menjemput Santo.Selama 2 jam Santo di biarkan berada di sekolah tanpa solusi di obati, sengaja terjadi unsur pembiaran, pihak sekolah tidak mau tahu terhadap apapun yang di alami siswa di sekolah.Atas kejadian ini, Orang tua Santo membawa ke Dokter untuk di lakukan pengobatan terhadap lengan tangan yang bengkak.

Konfirmasi yang di ajukan kepada kepala SMPN 1 Dumai, Dahlia,Spd Jumat (22/2/2019) , perihal kekerasan yang di alami Santo di ruang kelas mengatakan, bahwa tidak ada kejadian pemukulan dan pengeroyokan siswa.Dahlia mengarahkan awak media menjumpai Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, karena dirinya sedang ada rapat.Dalam penyampaiannya, wakil kepala sekolah mengatakan tidak ada laporan mengenai kekerasan terhadap siswa  di ruang kelas VIII/7, kalau ada, pihak sekolah akan memberi peringatan tertulis.

Pembohongan publik yang di lakukan pihak sekolah sengaja di sampaikan, agar terkesan di SMPN 1 Dumai sekolah ramah anak dan bertaraf Internasional, namun kenyataan sesungguhnya kenakalan siswa di SMPN 1 Dumai di luar batas kewajaran.Redaksi sering menjumpai, siswa SMPN 1 ketika menuju ke sekolah sembari merokok.Anak yang tinggal kelas dan nakal tidak pernah di keluarkan dari sekolah.Orang tua Santo ketika di konfirmasi menyampaikan, bahwa dirinya di panggil pihak  sekolah pada senin (25/2/2019).(z/s)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed