RSUD Dumai Tidak Taat Jadwal Vaksinasi Covid-19 Yang Di Atur Diskes Pemko Dumai

  • Bagikan

Dumai-Kinerja Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dumai dr.Ridhonaldi di sorot kalangan media di kota Dumai.Hal ini terkait jadwal vaksinasi covid-19 di mana masyarakat berbondong-bondong ke RSUD Dumai serta terjadi penumpukan dan kerumunan  orang di  tempat pendaftaran lantai 2.Menurut data dan jadwal yang di tetapkan Dinas Kesehatan kota Dumai, pada hari rabu (24/3/2021) yang mendapat jadwal vaksinasi adalah 3 kelompok, di antaranya jajaran Kejaksaan Negeri Dumai, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kota Dumai dan Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Dumai.Masing-masing kelompok yang menerima vaksinasi sebanyak 30 orang.Jadi total hari ini yang menerima suntikan vaksin sesuai nama yang di ajukan sebanyak 90 orang dari 3 kelompok.

Ternyata sebelum jadwal pendaftaran di buka pukul 08.00 WIB, masyarakat terlihat berbondong-bondong naik ke lantai 2, bahkan kelompok masyarakat yang bukan jadwalnya menerima suntikan vaksin terlihat mendaftar, seperti kaum lansia umur di atas 60 tahun.Menurut kepala bidang pelayanan RSUD Dumai dr.Herman, hari ini yang menerima vaksinasi adalah Jaksa, LAM, dan wartawan yang tergabung dalam wadah PWI.Jadwal lansia adalah hari jumat, sabtu dan senin, ujar dr.Herman.

Wartawan dari kalangan PWI kota Dumai melihat banyaknya kerumunan masyarakat untuk mendaftar dan menerima suntikan vaksin di lantai 2 RSUD terlihat membatalkan niat untuk menerima suntikan vaksin. Pertimbangannya, pertama adalah wartawan tidak ingin ada kerumunan dan taat protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah Indonesia. Kedua, kalangan wartawan melihat pihak RSUD Dumai terkesan memberikan perlakuan khusus kepada Jaksa yang akan menerima vaksin. Masyarakat di suruh antri mendaftar, sedangkan Jaksa terkesan di perlakukan istimewa, ujar seorang penasehat PWI.Melihat ketidak-adilan cara kerja pihak RSUD Dumai, wartawan mengurungkan niat untuk menerima vaksin dan meninggalkan RSUD Dumai.

Pantauan di lantai 2 RSUD Dumai, beberapa orang Jaksa terlihat masuk ke ruangan Administrasi dan Tata Usaha.Di pintu masuk di jaga 3 orang petugas security.Semenjak Direktur RSUD Dumai di jabat dr.Ridhonaldi, timbul sekat dan tidak bisa sembarangan orang masuk ke ruangan Administrasi dan Tata Usaha terlebih ruangan Direktur RSUD.Hal ini tidak pernah terjadi di era Direktur sebelumnya.Dr.Ridhonaldi menciptakan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai keinginannya.Padahal fungsi Rumah Sakit itu adalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pelaksana tugas (plt) kepala dinas kesehatan pemko Dumai dr.Syaiful ketika di konfirmasi terkait tidak ada kordinasi pihak Diskes Pemko Dumai dan RSUD Dumai dalam hal jadwal penerima vaksin dan terjadinya penumpukan dan kerumunan di lantai 2 RSUD Dumai, hanya menjawab singkat, saya sudah marah kepada pihak RSUD Dumai, ungkapnya.(rh)

 

  • Bagikan