Dugaan Prostitusi Terselubung di Darma Refleksi Duri, Warga Curiga Oknum Terkait Tutup Mata

Duri — Bengkalis – Pemerintah Daerah Kecamatan Mandau di Kota Duri Kabupaten Bengkalis berserta unsur aparat setempat di desak bertindak tegas terhadap usaha panti pijat Refleksi Darma di Jalan Hangtuah, seberang Jalan Tribrata, yang di duga menjadi lokasi prostitusi terselubung. Sebuah sumber yang layak di percaya, warga Kota Duri menilai pihak berwenang terkesan membiarkan pelanggaran ijin usaha yang berlangsung selama ini.

Berdasarkan keterangan sumber, bagian depan bangunan ruko tampak seperti panti pijat refleksi biasa. Namun, di lantai 2 terdapat 5 ruang yang hanya di batasi gorden kain, sudah di lengkapi kasur, peralatan pijat, dan alat pengaman kelamin pria.

“Setiap tamu yang datang di suruh memilih wanita yang sudah berbaris. Setelah di pilih, tamu diajak naik ke lantai dua, di pijat, di tawari hubungan seksual dengan pekerja di Darma Refleksi,” ujar sumber terpercaya.
Menurut sumber,tempat itu di duga menjadi lokasi mangkal pekerja seks komersial free‑line yang menawarkan diri kepada tamu. Promosi jasa‑jasa ilegal itu bahkan di sebarkan lewat aplikasi MiChat.

Warga mempertanyakan pengawasan izin usaha: apakah Pemerintah Daerah Kecamatan Mandau tidak mengetahui penyimpangan ijin usaha operasional tempat itu dan tidak sesuai dengan izin pijat refleksi? Warga juga curiga ada dugaan oknum yang mencari keuntungan sehingga membiarkan pelanggaran terjadi.
Tidak hanya panti pijat tersebut yang di duga melanggar ijin usaha, beberapa usaha panti pijat di wilayah kecamatan Mandau juga melanggar jam operasional, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Satpol PP Kecamatan Mandau.

Media ini mendesak aparat penegak hukum dan Pemerintah Kecamatan Mandau segera menggelar operasi penyakit masyarakat, sebelum keresahan warga memuncak.
Hingga berita ini di terbitkan, tim redaksi masih berusaha meminta konfirmasi kepada pihak‑pihak terkait.Begitu halnya kepada pemilik ijin usaha refleksi Darma ketika di lakukan konfirmasi tidak menjawab.(dika)