oleh

Tukang Masih Bekerja, Dr.Ferianto Lakukan Pembohongan Publik

Dumai-infestigasi-Pernyataan Direktur RSUD Dumai dr.Ferianto yang menyatakan tukang tidak bekerja di proyek Gedung ICU dan Kebidanan RSUD Dumai adalah Pembohongan Publik.Hal ini terlihat ketika malam ini redaksi mendatangi RSUD Dumai, minggu (6/1/2019), terlihat tukang bekerja hingga larut malam.

Di bagian belakang, ruangan belum terpasang lampu, hanya kabel-kabel yang menjulur ke bawah.Pintu tempat lift baru di plester, kaca belum terpasang, serta  belum nampak lift.Sampah bangunan terlihat menumpuk di depan dan belakang gedung.Kendati akses masuk ke dalam bangunan tertutup pagar seng, namun dengan keinginan kuat untuk membongkar kasus-kasus dugaan korupsi di RSUD Dumai, redaksi turun ke lokasi.

Hal ini mengingat pernyataan Direktur RSUD Dumai dr.Ferianto telah di lakukan pembayaran pekerjaan 96,9 %, dan pekerjaan di hentikan,  namun kenyataan di lapangan, tukang masih bekerja, artinya ada manipulasi terstruktur, dokumen pembayaran di manipulasi, menyalahi aturan karena di lakukan pembayaran Tidak sesuai dengan bobot pekerjaan kepada kontraktor dan diam-diam pekerjaan tetap di lanjutkan.

Seperti di beritakan beberapa waktu lalu, pekerjaan proyek di  RSUD yang di kerjakan kontraktor PT.Lambok Ulina senilai Rp.19.362.086.000, di duga ada  kelebihan bayar.Pantauan redaksi di RSUD Dumai , tukang masih bekerja, sedangkan batas waktu pekerjaan 168 hari kalender terhitung tanggal 05 juli 2018.Sesuai kontrak, pekerjaan harus selesai di kerjakan tanggal 19 desember 2018.Karena pekerjaan belum selesai, Direktur RSUD Dumai dr.Ferianto membuat addendum tambahan 10 hari kerja.Dengan tambahan 10 hari kerja, pekerjaan harus selesai 29 Desember 2018.Sementara hingga hari ini, tukang masih bekerja di RSUD Dumai.

Menurut sebuah narasumber yang layak di percaya dan di rahasiakan, progres pekerjaan seharusnya di bayar 86 %, mengingat ada komponen barang yang belum terpasang seperti lift yang nilainya sebesar 5 % dari nilai kontrak atau Rp.900.000.000, dan kaca jendela belum terpasang.Selain komponen barang yang belum terpasang, seyogyanya kontraktor di kenakan pinalti atas keterlambatan pekerjaan.(ricky)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed