Dumai  

Pemko Dumai Tidak Peduli Persoalan Banjir Melanda Dumai

Dumai- Pemerintah Kota Dumai merupakan satu-satunya daerah di Propinsi Riau yang tidak peduli terhadap permasalahan banjir yang kerap terjadi.Biasanya, di daerah lain, begitu ada banjir pejabatnya dari Kepala daerah seperti Bupati dan Walikota turun ke lapangan bahkan menggerakkan instansi terkait untuk membersihkan sampah dan lumpur yang  menyumbat drainase.Sedangkan, di kota Dumai, jika ada banjir malah pejabat enggan turun ke lapangan malah menghindar pergi dinas ke luar kota.Jika tidak dinas luar kota, pejabat terkait pura- pura sibuk di kantor.

Ke tidak pedulian Pemerintah Kota Dumai di bawah Walikota Dumai Paisal terhadap permasalahan banjir di buktikan dengan anggaran yang minim untuk mengatasi persoalan banjir, seperti tidak di anggarkan pintu air dan pompa air.Hal pintu air di perlukan untuk menutup pintu air jika air pasang laut tinggi dan pompa air bertujuan jika hujan lebat akan menyedot air dari drainase untuk di alirkan  menuju Sungai Dumai, agar air banjir tidak tergenang di jalan.Jika air banjir tergenang di jalan maka akan menyebabkan jalan rusak dan berlubang.

Seperti pantauan hari ini selasa (27/9/2022), akibat banjir yang melanda jalan Sultan Hasanuddin / Ombak, sampah yang terletak di Box sampah simpang Jalan Ombak- Jalan Anggur kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota, seluruh sampah berserakan di jalan dan parit.Tidak ada nampak petugas Dinas Lingkungan Hidup untuk mengerahkan petugas kebersihan untuk mengangkut dan membersihkan sampah.

Walikota Dumai H.Paisal ketika di konfirmasi terkait ketidak pedulian Pemko Dumai terhadap permasalahan banjir mengatakan,” saya belum 2 tahun memimpin Dumai dan banjir sudah puluhan tahun di alami di kota Dumai.Beberapa ikhtiar kita sudah bertahap kita lakukan.Saya tidak ingin banyak komentar, kita lihat aja nanti perkembangan selama saya menjabat “, ungkap Paisal yang besar di Kota Binjai Propinsi Sumatera Utara.

Dari klarifikasi yang di sampaikan Paisal, seolah Paisal tidak ingin di salahkan dengan persoalan banjir di kota Dumai karena kurang 2 tahun menjabat.Terkesan seolah Walikota sebelumnya juga tidak peduli terhadap persoalan banjir di kota Dumai. Apakah pernyataan tersebut suatu lepas tanggung jawab sebagai Walikota Dumai atau memang persoalan banjir bukan anggaran prioritas di APBD Dumai ? (rh)