oleh

Anggota DPRD Dumai Tak Patut Rapat Di RSUD Dumai Terkait Dokter Mogok Kerja

Infestigasi-dumai-Tugas dan fungsi pengawasan DPRD Dumai dalam menjalankan amanat Undang-Undang perlu di pahami oleh segenap anggota DPRD Dumai.Jika terjadi suatu permasalahan terhadap pelayanan yang merugikan  masyarakat Dumai, seharusnya ruang untuk memanggil SKPD terkait di kantor DPRD Dumai.

Hal ini terlihat ketika ratusan pasien terlantar di poliklinik RSUD Dumai karena para dokter RSUD kompak mogok kerja, selasa,28 januari 2020.Beberapa warga pasien yang akan periksa kesehatan, di kecewakan manajemen RSUD karena dokter mogok menghubungi anggota DPRD yang mereka kenal.Beberapa anggota DPRD Dumai turun lapangan (turlap) untuk merespon keluhan masyarakat dan apa yang sebenarnya terjadi di RSUD Dumai.Terlihat hadir datang ke RSUD Dumai Agus Purwanto, ST yang juga ketua DPRD Dumai, H.Johanes Tetelepta, SH MH.Terlihat hadir juga sekretaris DPRD Dumai Herdi Salioso.

Ketika anggota dewan melihat permasalahan yang terjadi di RSUD Dumai, mendadak sekretaris daerah kota Dumai Herdi Salioso memanggil para dokter untuk rapat dengan direktur RSUD Dumai drg.Ridhonaldi di ruang rapat RSUD Dumai.Yang tidak  patut ikut rapat bersama para dokter di ruang itu adalah anggota DPRD Dumai, karena ruang rapat anggota dewan adalah di gedung dewan.Seharusnya ketika anggota dewan turun lapangan ke RSUD Dumai, seyogyanya ketua dewan dan anggota harus marah kepada direktur RSUD Dumai drg.Ridhonaldi karena pelayanan masyarakat jadi terabaikan dan terganggu.

Seolah dengan kehadiran ketua DPRD Dumai Agus Purwanto ikut rapat dengan pemerintah kota Dumai dalam hal ini sekda dan manajemen RSUD Dumai melupakan tupoksi DPRD Dumai sebagai anggota legislatif. Seharusnya, ketua DPRD Dumai Agus Purwanto ST memanggil direktur RSUD Dumai drg.Ridhonaldi untuk datang rapat di gedung DPRD Dumai.Rapat antara sekda dan manajemen RSUD Dumai, merupakan suatu kewenangan eksekutif dan di selesaikan di internal pemerintah kota Dumai, anggota DPRD Dumai tidak bisa masuk dalam rapat.

Ketua DPRD Dumai Agus Purwanto ST ketika di konfirmasi terkait kehadirannya dalam rapat bersama manajemen RSUD Dumai di ruang rapat RSUD Dumai, mengatakan, kondisi tidak dalam kondisi direktur RSUD tidak memanggil ketua DPRD ke RSUD.

“Justru pagi-pagi saya di telpon masyarakat yang mengeluhkan tentang poly yang Dokter tidak kunjung datang melayani.Maka saya inisiatif turun memantau apa sebenarnya yang terjadi”.

Setelah beberapa lama saya memantau kondisi, datang 2 pak dewan lain, pak Aci dan pak Iwan dan beberapa lama setelah itu pak sekda datang dengan rombongan, katanya baru ada agenda dengan BPK.”Saya saat itu ingin pergi dan tidak ingin rapat, namun di panggil dokter untuk ikut rapat bersama”, ujar Agus Purwanto.

Warga Dumai Tengku Zalek Al Hinduan ketika di konfirmasi terkait dokter mogok kerja di RSUD Dumai mengatakan, terlalu banyak permasalahan di RSUD Dumai semenjak Direktur di jabat drg.Ridhonaldi, apalagi yang saya peroleh informasi dokter di RSUD tidak sepaham dengan manajemen RSUD Dumai, seperti obat-obatan yang tidak tersedia dan lain-lain.”Kalau tidak mampu mundur saja sebagai Direktur RSUD Dumai, jangan ingin jabatan tapi tidak tahu kerja dan tidak mau bertanggu-jawab bila terjadi permasalahan internal, masih banyak PNS yang berminat jabatan direktur RSUD Dumai dan punya tanggung-jawab”, tegas Tengku Zalek.

Di tempat terpisah, wakil ketua Partai Demokrat kota Dumai Prapto Sucahyo, AMd ketika di konfirmasi terkait kisruh pelayanan RSUD Dumai dan kehadiran ketua DPRD Dumai Agus Purwanto hadir di ruang rapat RSUD Dumai mengatakan bahwa ketua DPRD Dumai Agus Purwanto harus tahu birokrasi dan menjaga etika, ujarnya singkat.(riki)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed