Telan 5 Korban Jiwa Dalam Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo

Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo

Infestigasi.com – Musibah kebakaran pabrik PT Sari Dumai Oleo menelan korban jiwa. Anak perusahaan Apical Group ini beroperasi di Kelurahan Lubug Gaung Kecamatan Sungai Sembilan.

Kebakaran pada Rabu, 16 Juni 2021 malam itu sontak membuat warga di sekitar pabrik panik dan berhamburan keluar rumah mendenggar dentuman keras dari salah satu tangki.

Dalam musibah ini beredar kabar total korban jiwa ada 5 orang dan sudah ditemukan 2 orang bernama Zainal Abidin dan Kuntana. Informasinya lagi masih ada 3 orang pekerja belum ditemukan.

Dimana 3 orang pekerja yang belum ditemukan dalam peristiwa kebakaran pabrik PT Sari Dumai Oleo tersebut atas nama, Asan Ashari Lubis, Ahmad Zaini Sembiring dan Kiki Candra.

Humas PT Sari Dumai Sejati yang juga bagian dari PT Sari Dumai Oleo, Kameru Bangun ketika dikonfirmasi perihal korban jiwa mengatakan untuk sementara yang sudah pasti ada dua orang.

“Untuk sementara yang sudah pasti 2 pak. Zainal Abidin dan Kuntana. Korban Zainal Abidin merupakan Assistant Manager, Piping – Project. Sedangkan Kuntana adalah pekerja kontraktor,” jawa Kameru, Kamis (17/6/21).

Ketika dikonfirmasi sebelum terjadinya kebakaran sedang ada pengelasan dan loding yang dilakukan pihak produksi sehingga menimbulkan ledakan, Kameru enggan menjawab pertanyaan yang disampaikan wartawan.

Sementara Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira membenarkan kejadian kebakaran tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut, untuk informasi selanjutnya akan kami kabari,” terangnya.

Sedangkan Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menjelaskan, Polda Riau sudah menurunkan tim dari Laboratorium Forensik ke lokasi. Petugas masih mencari penyebab kebakaran dari tangki berisi fatty matter itu.

“Fatty matter itu hasil akhir dari biodiesel yang mengandung gas metanonol dan metan. Ini gas yang memang sangat mudah terbakar,” kata Sunarto, kepada wartawan.

Sunarto menyebut kedua korban meninggal dunia mengalami luka bakar serius. Bahkan, salah satu korban mengalami luka hingga 90 persen akibat ledakan dan api.

“Satunya lagi mengalami luka bakar 60 persen, nama korban masing-masing Zainal Abidin dan Kuntana,” ucap Sunarto.

Sunarto menyebut tim laboratorium forensik Polda Riau dibantu oleh personel Polres Dumai untuk mencari tahu penyebab api muncul.