oleh

Kadishub Dumai Asnar Terkesan Panik

Dumai-infestigasi-Kepala dinas perhubungan kota Dumai Asnar  terkesan panik di beritakan setelah membawa bendahara dinas perhubungan kota Dumai yang  seorang wanita inisial ES untuk makan pecel lele , dengan alasan selepas mengecek PAD di Rawa Panjang.Hal ini di luar kepatutan dan menyalahi prosedur.

Sejak beberapa tahun lalu, di ruang program dishub kota Dumai telah terpasang televisi monitoring untuk memantau seluruh aktivitas truk yang masuk kota Dumai, karena telah terpasang cctv di setiap pos retribusi di rawa panjang  dan terminal barang.Anggaran untuk pembelian dan pemasangan  cctv dan alat monitoring di anggarkan cukup besar, untuk menghindari kebocoran anggaran. Alasan membawa bendahara yang seorang wanita pada malam hari perlu di seludiki.

Untuk penerimaan pendapatan asli daerah dari retribusi parkir di terminal barang ada di bentuk kepala unit pelaksana teknis (upt) yang di jabat Ramlan Siregar.Bawahan Ramlan Siregar ada kasubag tata usaha Dimpos Simanungkalit yang mencatat penerimaan retribusi.Urutan di bawahnya ada lagi yang mengutip retribusi setiap pos tetribusi seorang komandan regu (danru).

Penerimaan uang retribusi di lapor dan di setor oleh kepala upt terminal barang setiap hari kerja kepada bendahara dinas perhubungan.Tugas bendahara dinas perhubungan adalah mencatat, membukukan uang setoran retribusi dari setiap upt termasuk upt terminal barang, lalu menyetor uang ke bank sebagai PAD.Intinya, tugas bendahara  adalah menerima dan mencatat uang retribusi yang di setor bukan di bawa jalan  untuk mengecek berapa uang yang di dapat di pos retribusi, apalagi makan pecel lele malam hari bersama atasan.Bendahara dinas perhubungan kota Dumai juga harus tahu menempatkan diri, karena seorang wanita.

Dengan sistim dan struktur tata cara kerja di upt terminal barang yang di uraikan di atas sudah  sangat jelas.Pernyataan Asnar selaku kepala dinas perhubungan kota Dumai seolah pembelaan diri sendiri yang di sampaikan kepada media lain, karena tidak tahu akan menjawab apa, karena membawa  bendahara malam hari di luar jam kerja dan makan pecel lele.Kalau untuk mengecek PAD malam hari di pos retribusi rawa panjang kenapa Asnar tidak membawa Sekretaris Dinas perhubungan kota Dumai Marjohan, atau turut membawa kepala upt terminal barang Ramlan Siregar.(ricky)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed